Kenapa Sih Kita Sangat Takut Gagal?

0
75

Kira-kira #KawanManu di sini siapa yang sedang fokus untuk pengumuman hasil UTBK atau ujian masuk perguruan tinggi? Pasti kamu berharap bisa lolos di PTN atau jurusan yang kamu impikan, bukan? Kamu pasti bakalan bangga banget ketika bisa diterima di PTN yang kamu impikan, karena salah satu pencapaianmu berhasil. Nah, berbicara mengenai pencapaian tidak semuanya berjalan seperti yang kita pikirkan, bahkan terkadang kita berpikir bagaimana kalau gagal. Rasa takut gagal tersebut kadang menjadi sebuah kecemasan tersendiri sehingga mengganggu proses tercapainya tujuan. 

“Tapi kira-kira kita boleh nggak ya, merasa takut gagal?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak beberapa penjelasan di bawah ini mengenai ketakutan akan kegagalan!

Mengenal Konsep Fear of Failure

Kegagalan merupakan salah satu kata yang ditakuti bahkan dihindari oleh banyak orang. Menurut (Conroy, Kaye, & Fifer, 2007) istilah fear of failure merupakan posisi di mana individu memberikan penilaian terhadap ancaman juga merasa cemas akan segala situasi apapun jika dalam kondisi tersebut memiliki potensi untuk terjadi kegagalan. Bukan hal yang asing jika individu merasa cemas akan kegagalan, karena hal ini berkaitan dengan konsekuensi yang tidak menyenangkan walaupun di waktu tersebut kamu telah berusaha yang terbaik. Adapun bentuk konsekuensinya mencakup rasa malu, masa depan yang tidak pasti, hilangnya kepercayaan atau kekecewaan orang terdekat, dan harga diri. 

Konsekuensi tersebut lah yang terkadang membuat kamu merasa takut untuk gagal. Sebagian dari kamu bukan berfokus pada saat gagal itu terjadi namun kondisi setelah mengalami kegagalan. Sebagai contoh, kamu gagal dalam UTBK atau ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Padahal, kamu sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Namun, mungkin karena faktor satu dan lain hal kamu harus gagal pada ujian tersebut. Dampaknya kamu menjadi takut masa depanmu suram jika tidak mendapat perguruan tinggi negeri, orang tua kecewa, malu dengan teman sekolah bahkan malu dengan diri sendiri.

Baca juga: Jangan Merasa Terpuruk Bila Kamu Mengalami Gagal Interview

Bentuk Penerimaan Takut akan Kegagalan

Rasa takut akan kegagalan sendiri memiliki cara penanganan dan juga bentuk yang berbeda tiap individu. Dalam jurnal (Martin & Marsh, 2003) menerangkan bahwa cara individu dalam menghadapi ketakutan akan kegagalan ini terbagi menjadi dua kelompok di antaranya adalah:

1. Pribadi yang berusaha untuk memaksakan (The Overstriver)

Hal yang dimaksud pemaksaan di sini adalah bagaimana kamu sebagai individu yang takut akan adanya kegagalan akan berusaha bekerja keras dan memberikan performa tanpa jeda agar pemikiran tentang kegagalan tersebut tidak akan terjadi. Biasanya individu yang memiliki pemikiran seperti ini memiliki orientasi yang kuat akan kesuksesan. Sehingga jika mereka merasa takut dan menemukan kegagalan pada fase pertama, mereka akan berusaha untuk tidak menemui kegagalan tersebut untuk kedua kalinya. 

2. Pribadi yang menggunakannya untuk pertahanan diri (The Self-protector)

Berbeda dengan tipe yang sebelumnya, individu yang menggunakan rasa takutnya akan kegagalan bukan untuk pemacu semangat untuk maju lebih baik lagi. Melainkan mencoba untuk menjadikannya sebagai sebuah sistem pertahanan diri dengan melakukan hal-hal yang kontraproduktif dibandingkan dengan mencapai kesuksesan tersebut. Individu akan lebih fokus bukan untuk menghindari kegagalan namun lebih ke implikasi kegagalan tersebut. Tujuannya untuk melindungi cerminan buruk pada kemampuan dan harga diri individu setelah kegagalan itu terjadi. Biasanya individu yang berada pada tipe ini menggunakan dua cara untuk menghadapi kemungkinan akan kegagalan, yaitu dengan cara Self-Handicapping atau memanipulasi alasan dan pesimis yang defensif.

Baca juga: Mengapa Kita Takut Dengan Pendapat Orang Lain?

Nah, #KawanManu kira-kira dari dua tipe tersebut kalian tipe yang mana nih? Kemungkinan kegagalan memang akan terjadi pada beberapa usaha yang kamu lakukan. Maka dari itu ada yang namanya Trial and Error, di mana individu akan mencoba mencari evaluasi dari kegagalan. Tentunya #KawanManu tipe orang yang pantang menyerah bukan? Kamu menjadi pribadi yang tidak hanya fokus pada kegagalan tersebut namun mencoba untuk mencari evaluasi agar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.

Agar #KawanManu tetap update dengan isu-isu mental health dan self development jangan lupa untuk terus kunjungi website manusiabiasa, ya, dan temukan konten-konten seru setiap harinya. Semangat!

Penulis: Kharisma Salwa

Referensi:

Conroy, D. E., Kaye, M. P., & Fifer, A. M. (2007). Cognitive Links Between Fear Of Failure And Perfectionism. Journal of Rational-Emotive & Cognitive-Behavior Therapy, 25(4), 237–253. doi:10.1007/s10942-007-0052-7 

Martin, A. J., & Marsh, H. W. (2003). Fear of Failure: Friend or Foe? Australian Psychologist, 38(1), 31–38. doi:10.1080/00050060310001706997

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here