Kira-Kira Keberhasilan Muncul Dari Mana Sih?

0
76

Halo #KawanManu, setiap orang pastinya memiliki banyak sekali plan atau rencana yang nantinya akan kamu capai. Karena banyaknya goals yang dibuat, mungkin ada yang bingung kira-kira goals mana yang harus dicapai terlebih dahulu. Goals mana dulu ya, yang bisa kamu capai dalam waktu dekat. Nah, ngomong-ngomong soal goals nih, kira-kira kalian tahu nggak mengenai salah satu istilah psikologi yaitu locus of control? Mungkin beberapa dari kalian masih asing dengan istilah ini, padahal hal ini berhubungan dengan keberhasilan individu lho. Untuk mengenal lebih jauh apa sih locus of control itu, yuk simak penjelasan berikut ini!

Baca juga: Mengenal Grit: Salah Satu Rahasia Kesuksesan

Definisi locus of control

Menurut (Hendrawati, 2006) pengertian locus of control itu sendiri merupakan sebuah keyakinan atau kepercayaan yang timbul dari faktor eksternal maupun internal mengenai perilaku yang dilakukan. Locus of control ini nantinya akan menjadi sebuah keyakinan atau kepercayaan kita dalam melihat beberapa aspek yang sekiranya dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan yang terjadi pada individu. Intinya adalah kamu akan melihat kira-kira faktor apa saja yang membuat kamu gagal atau berhasil dalam meraih sesuatu. Apakah aspek tersebut berkaitan dengan keberuntungan atau nasib? #KawanManu pernah nggak membaca atau mendengar pertanyaan ini sebelumnya?

“Duh keberuntungan aku jelek banget, nih, makanya aku gagal”

atau

“Tadi banyak orang yang mengganggu konsentrasiku, makanya aku gagal dalam ujian”

Beberapa frasa di atas merupakan salah satu petunjuk kepercayaan kita pada beberapa aspek-aspek yang memengaruhi keberhasilan dalam hidup kamu. Karena seperti kalian tahu untuk keberhasilan dan kegagalan tidak akan datang dengan sendirinya. Ada beberapa faktor tertentu yang menjadi penentu apakah kalian berhasil atau tidak. Sekaligus aspek itulah yang mungkin bisa kalian jadikan evaluasi kalau semisal mengalami kegagalan.

Ketika kamu mencoba mengaitkan peristiwa hidup yang terjadi dengan aspek-aspek yang tidak bisa kita kendalikan, perilaku ini disebut dengan locus of control eksternal. Aspek-aspek yang tidak bisa kalian kendalikan sebagai contoh takdir, nasib, dan faktor keberuntungan atau orang lain. Individu yang memiliki locus of control ini akan cenderung memikirkan faktor-faktor eksternal dibandingkan dengan peran yang harus ditingkatkan jika menemukan peristiwa yang sama. Karakteristik orang memiliki locus of control eksternal cenderung kurang dalam inisiatif diri karena pemikiran bahwa akan sedikit korelasi antara usaha yang dilakukan dan juga keberhasilan yang didapat nantinya. Selain itu, individu ini cenderung kurang dalam berusaha dan mencari informasi untuk pemecahan masalah, karena keyakinan bahwa faktor dari luar yang memengaruhi keberhasilannya. 

Baca juga: Kenapa Sih Kita Sangat Takut Gagal?

Perbedaan locus of control eksternal dan internal

For your information nih #KawanManu, pada dasarnya locus of control ini ada dua jenis, yaitu tadi yang kita kenal dengan locus of control eksternal dan juga ada namanya locus of control internal. 

Loh, bedanya apa tuh dengan yang eksternal tadi? Perbedaannya terletak pada keyakinan kalian terhadap aspek yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan. Individu dengan locus of control eksternal lebih memberi keyakinan terhadap faktor eksternal seperti nasib dan keberuntungan. Beda halnya dengan locus of control internal, di mana kalian lebih memercayai diri sendiri dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan yang kalian dapat nantinya. Dalam melakukan pekerjaan individu dengan locus of control internal cenderung dapat mengatur ego positif mereka. Hal ini berkaitan dengan keyakinan mereka bahwa mereka dapat menentukan arah pencapaian mereka seperti rencana sebelumnya. 

Selain itu, individu yang memiliki locus of control internal memiliki sikap optimis yang tinggi ketika menghadapi suatu tugas. Mereka akan berusaha lebih keras untuk mencapai tujuan karena kepercayaan milik mereka. Penggunaan dari locus of control  internal ini dapat kalian lihat dari salah satu perilaku yang mungkin ada di beberapa individu, yaitu motivasi berprestasi. Di mana pada motivasi berprestasi ini, berkaitan dengan penggunaan locus of control internal yang berasal dari dalam diri individu. Siswa yang memiliki locus of control internal akan cenderung memiliki orientasi untuk bisa sukses di masa depan dan berusaha keras dengan penyelesaian tugas yang ada. Siswa juga berpikir untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar rencananya dapat berjalan dengan baik. 

Nah #KawanManu, dapat mengetahui bagaimana perbedaan locus of control internal dan juga locus of control eksternal. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat ya untuk #KawanManu dan semangat untuk bisa meraih kesuksesannya.

Penulis : Kharisma Salwa

Referensi:

Hendrawati, E. (2006). PENGARUH LOCUS OF CONTROL TEREtADAP SELF EFFICACY DAN MOTIVASI BERPRESTASI. Equilibrium.

Sujadi, E., Meditamar, M. O., Ahmad, B., & Rahayu, A. (2018). PENGARUH KONSEP DIRI DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI. Educational Guidance and Counseling Development Jounal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here