Alasan Kita Harus Memaafkan Kesalahan Seseorang

0
96

Apa itu memaafkan?

Banyak orang menganggap memaafkan memiliki arti melepaskan atau moving on. Tetapi, sebenarnya lebih dari itu. Bob Enright, seorang psikolog di University of Wisconsin, yang mempelopori studi tentang memaafkan tiga dekade lalu mengatakan bahwa memaafkan sejatinya melangkah lebih dari melepaskan, menawarkan sesuatu yang positif; empati, kasih sayang, dan juga pengertian terhadap orang yang menyakiti kita. Memberi maaf pada seseorang tidak berarti melupakan atau membenarkan kesalahan yang yang terjadi. Namun, memaafkan membawa kedamaian yang membantu kita melanjutkan hidup.

Worthington yang telah mempelajari mengenai pengampunan selama hampir satu dekade, menjelaskan bahwa satu kepercayaan umum yang keliru adalah bahwa memaafkan berarti membiarkan orang yang menyakiti kita “lolos” begitu saja. Hal itu tidak sama dengan memperoleh keadilan, juga tidak memerlukan rekonsiliasi. Sebagai contoh, seorang mantan korban pelecehan tidak perlu berdamai dan menjalin hubungan kembali dengan pelaku yang memiliki potensi bahaya untuk dirinya. “Apakah saya memberi maaf atau tidak, hal itu tidak akan memengaruhi apakah penegakkan keadilan. Memaafkan terjadi di dalam diri saya.”

Memaafkan bukan hanya tentang mengucapkan kalimat “Iya, saya maafkan”. Ini adalah proses di mana kita membuat keputusan sadar untuk melepaskan perasaan negatif, terlepas dari apakah orang tersebut pantas mendapatkan pengampunan atau tidak. Saat kita melepaskan amarah, dendam, dan juga permusuhan, kita mulai merasakan empati dan terkadang belas kasih kepada orang yang menyakiti kita. Memaafkan adalah sebuah pilihan. Kita dapat memilih untuk menawarkan belas kasih dan juga empati kepada orang yang menyakiti kita. Meski begitu, seperti banyak hal dalam hidup, hal tersebut lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Baca juga: Kenapa Kita Sulit Memaafkan Orang Lain?

Kenapa kita harus memaafkan?

Sampai ke tahap mampu memaafkan adalah hal penting yang harus dilakukan untuk kesejahteraan, kesehatan, dan juga kewarasan kita sendiri di masa depan. Hampir semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari menjadi lebih pemaaf. Toussaint, seorang profesor psikologi di Luther College, mengatakan “Baik Anda mengalami permasalahan ringan maupun berat, belajar memberi maaf pada mereka yang menyakiti Anda dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kesehatan fisik Anda secara signifikan”. Terdapat alasan yang sangat bagus untuk berusaha memaafkan. Penelitian telah menunjukkan bahwa memaafkan terkait dengan hasil kesehatan mental misalnya berkurangnya kecemasan, depresi dan gangguan kejiwaan utama, serta gejala gangguan kesehatan fisik yang lebih sedikit dan tingkat kematian yang lebih rendah.

Ketika kita memberi maaf pada orang lain, kita juga memaafkan diri sendiri. Terkadang, sulit untuk mengingat bahwa hal tersebut lebih bermanfaat bagi si pemaaf daripada orang yang diberi maaf. Kalimat itu terdengar klise namun itu benar. Ketika kita memaafkan diri sendiri, maka kita membiarkan kebencian dan rasa sakit digantikan oleh penyembuhan. Kita mengambil tindakan yang tentu saja akan memperbaiki hidup dan kesejahteraan diri kita.

Memaafkan bukanlah sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain⁠, tetapi sesuatu yang kita lakukan untuk diri kita sendiri. Tidak memberi maaf pada seseorang sama juga dengan terjebak dalam penjara kepahitan. Kristina Hallett seorang psikolog,  mengatakan “Ada pepatah umum, tidak memaafkan seseorang sama saja seperti meracuni diri sendiri secara perlahan”. Oleh karena itu, kita bisa membuat pilihan antara memikirkan rasa sakit atau dapat memberi maaf dan melanjutkan hidup.

Baca juga: Memaafkan Mereka yang Mencintaiku

Manfaat dari memaafkan

Studi telah menemukan bahwa memaafkan menuai manfaat besar bagi kesehatan kita. Di antaranya yaitu bisa menurunkan risiko serangan jantung, meningkatkan kadar kolesterol dan tidur, mengurangi rasa sakit, tekanan darah, tingkat kecemasan, depresi, dan stres. Selain itu, penelitian menunjukkan peningkatan dalam hubungan memaafkan dengan kesehatan seiring bertambahnya usia. Studi tahun 2017 dari Annals of Behavioral Medicine mengaitkan memaafkan dengan lebih sedikit stres dan pada akhirnya kesehatan mental yang lebih baik. Dengan meningkatkan kemampuan untuk memberi maaf membuat stres kita berkurang, dan juga bisa membuat gejala kesehatan mental menurun.

Terlepas dari manfaat yang telah terbukti dari memaafkan, tindakan ini bisa menjadi konsep yang sulit untuk diterima oleh sebagian orang. Rasanya tidak adil jika harus berusaha untuk memberi maaf ketika orang lain yang salah. Tetapi, itulah hidup. Enright, seorang psikolog di Universitas Wisconsin, mengatakan “Tanpa kita pantas mendapatkannya, kita bisa mengalami ketidakadilan yang besar. Luka itu tidak adil, orang yang menciptakannya tidak adil. Tetapi, sekarang kita punya tempat untuk penyembuhan.”

Baca juga: Sering Menyalahkan Diri? Yuk Belajar Memaafkan Diri Sendiri!

Apakah kamu siap untuk memaafkan? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Tetapi ingatlah bahwa hal tersebut adalah sebuah proses, jangan terburu-buru. Kamu akan tahu waktu yang tepat untuk memberi maaf dan itu akan menjadi perasaan yang sangat melegakan dan juga menyenangkan.

Penulis: Ellays Marreta

Referensi:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here