Kekerasan Bukan Cara Tepat untuk Mendidik Anak

Kawan bercerita pasti pernah mendengar kasus kekerasan terhadap anak? Menggunakan kekerasan dalam cara mendidik anak seringkali digunakan sebagai dalih “dikerasin saja begini, apalagi tidak dikerasin?!”

Ibu, Ayah, Kakak, sebagai orang dewasa yang baik, yang memahami bahwa apapun tujuannya, kekerasan bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Terlebih, dilakukan pada anak-anak yang belum tahu apa-apa dan belum mampu memahami benar dan salah. Seharusnya, sebagai individu dewasa yang dijadikan contoh oleh anak, kita harus memberikan rasa mengayomi yang baik. Penjelasan yang baik serta kemampuan kita mengatasi emosi dan tidak meluapkannya kepada anak.

baca juga : 6 Tipe Self-Care untuk Kebahagianmu

Mengapa dalih “dikerasin saja begini, apalagi tidak dikerasin?!” tidak diputar dengan fakta bahwa, “tidak dikerasin, mungkin dapat lebih dipahami?” Jelas, kita sebagai orang dewasa saja tidak suka jika harus dibentak dan dipukul, terlebih jika hal itu diperlakukan terhadap anak. Mengapa tidak coba diterapkan dalam proses mendidik anak? Bagaikan cermin kepada diri kita sendiri sebelum mendidik anak.

baca juga : Apakah Produktif Selalu Positif? Yuk Kenali Ciri Toxic Productivity!

Berteriak, mencubit, memukul, mengabaikan bukan hal yang berdampak baik. Anak dapat mengalami rasa trauma dan takut menghadapi itu di kemudian hari. Bahkan, dapat berdampak pada rasa benci terhadap orang tuanya hingga perasaan tidak berharga yang dimiliki sang anak. 

Tentunya, mendidik anak agar menjadi individu yang baik adalah impian setiap orang tua, tapi tentu kekerasan bukanlah cara yang tepat. Selain itu, sebagai orang dewasa, kita juga harus dapat mencegah kekerasan terhadap anak dengan cara memiliki kontrol emosi yang baik, memahami cara mengurangi stres agar tidak berdampak pada anak-anak, dan menerapkan sistem bercermin sebelum bertindak. 

Ayo belajar mengelola emosi agar adik atau anak-anak disekitar kita tumbuh menjadi anak bahagia.


Penulis : Lutfia Dyah

Referensi :

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here